Rabu, 26 Februari 2014

Freedom Part.1



FREEDOM
Part:1
The Storm

            Badai yang terjadi pada malam itu adalah badai terbesar yang pernah terjadi di lautan, akibat badai tersebut seekor lumba-lumba yang sedang terluka  terbawa arus ke arah sungai yang luas, lumba-lumba yang terluka itu tidak bisa melawan arus karena luka di siripnya membuatnya sulit untuk melawan arus.

Akhirnya lumba-lumba itu menyerah untuk tidak melawan arus dan memilih terbawa arus kea rah sungai, dia semakin melemah karena mulai kehabisan darah akibat luka yang di deritanya, penglihatannya mulai memudar, tapi samar-samar dia mendengar sebuah suara “Hey bertahanlah!”, dia tidak sadarkan diri setelah mendengar suara tersebut.
Keesokan harinya dia tersadar, dia melihat siripnya yang luka dan melihat darahnya sudah berhenti keluar, di sebelahnya terdapat beberapa ikan kecil yang sudah mati untuk menjadi makanannya, dia bertanya-tanya siapa yang melakukan ini semua dan berpikir apakah dia sudah mati.
“Kau sudah sadar rupanya, kau tidak apa-apa?” lumba-lumba tersebut kembali mendengar suara yang memanggilnya, dia melihat seekor lumba-lumba memiliki warna tubuh merah muda. “Kau siapa?, apa yang terjadi” “Kau pingsan akibat badai semalam, bagaimana kondisimu?” Tanya lumba-lumba merah muda tersebut.



“Aku sudah merasa lebih baik, kau siapa?” “Namaku Pink, kau siapa? Dan kenapa bisa sampai kesini?” “Blue, entahlah aku tidak begitu ingat yang terjadi, aku hanya ingat aku kehabisan tenaga dan tidak sadarkan diri” “Tidak usah dipaksakan” jawab Pink “Kau tau arah menuju laut, aku harus kembali kesana” “Laut?, iya aku tau jalannya gimana kalau kita berenang bersama?” “Baiklah” jawab Blue.
Mereka memutuskan untuk berenang kelaut bersama-sama, Pink menjelaskan kepada Blue kalau sungai ini tidak aman dan sangat berbahaya.
Tidak terasa sudah 2 hari mereka berenang dan langit menunjukan sisi gelapnya, petir mulai menyambar dan hujan deras mulai terjadi, arus sungai yang sebelumnya ternang mendadak berubah menjadi deras dan berbahaya, Pink dan Blue berenang melawan arus sungai yang sangat deras agar dapat menuju ke lautan.
“Blue bagaimana siripmu?, kau bisa melanjutkannya?” Tanya Pink tentang sirip Blue yang masih terluka “Aku tidak apa-apa Pink, tetap lanjutkan perjalanan!” “Jangan memaksakan di….” Belum selesai berbicara tiba-tiba rahang buaya muncul dan berusaha menerkam Pink.
“Pink awas!” “Aaaaaahhhh” Pink berhasil menghindar dan hanya mengalami luka gores akibat taring buaya “Hahahaha Blue lihatkan aku berhasil menghindarinya!” Ucap Pink yang berhasil menghindari rahang buaya, tapi tiba-tiba ada ekor buaya yang menyambar Pink dari samping, Pink tidak dapat menghindar dan terkena hantaman ekor buaya tersebut. “Piiinnnkkk….!!!” Pink tidak sadarkan diri dan menabrak Blue.
Blue terbawa arus sungai dan tidak dapat berenang karena kesulitan menahan Pink yang tidak sadarkan diri, “BRAAAKKK” Tubuh Blue menghantam batu dan seketika tidak sadarkan diri. Tidak berapa lama, Pink mulai sadar dan melihat kalau di sekeliling mereka sudah banyak buaya yang mengitari mereka.

“Hahahaha makan malam hari ini sangat special 2 ikan lumba-lumba yang tidak berdaya, aku dengar dari salah satu ikan Hiu kalau daging mereka sangatlah manis” teriak salah satu buaya yang ingin memakan mereka, Pink melihat Blue yang masih tidak sadarkan diri.
“Blue bangunlah, kita dalam bahaya!” Pink berusaha memanggil Blue yang tetap tidak sadarkan diri. “Lihat bos aku mendapatkan makanan yang sangat berharga malam ini” ucap buaya yang membawa Blue dan Pink tersebut, tiba-tiba keluar seekor buaya yang sangat besar dari semak belukar di sekitar sungai.
“Bagus kalian makanlah yang betina, biar aku yang memakan yang jantan” perintah pemimpin para buaya tersebut, “Woohooo baiklah bos!” teriak semua buaya, “Blue cepatlah bangun, kalau tidak kita berdua akan mati!” teriak Pink kepada Blue yang masih tidak sadarkan diri.
“Hahahaha selamat makan!” pemimpin buaya tersebut bersiap memakan Blue, “Pink kau berisik sekali!” Blue tersadar dan langsung menghantam tubuh pemimpin buaya tersebut ke arah batu sungai yang cukup tajam, Hantaman tubuh Blue ke pimimpin buaya menyebabkan dia terpental dan tertusuk batu “Aaakkhh..!!!” pemimpin buaya itu seketika mati dengan rahang yang tertusuk batu.
“Booossss!!!” teriak buaya yang lain, “Pink ayo cepat pergi dari sini!” teriak Blue mengajak Pink keluar dari sarang buaya itu. “Kau pembunuh tidak akan kubiarkan kalian pergi!” 5 ekor buaya mengejar 2 ekor lumba-lumba yang pergi meninggalkan sarang buaya yang kelaparan.
“Blue apa yang kau lakukan tadi?!” “Pink kita tidak akan selamat kalau aku tak melakukannya!” “Apa kita bisa selamat dari kejaran 5 buaya, kita hanya berdua Blue!” “Aku punya sebuah ide di depan ada bendungan berang-berang kan?” “Iya Blue”, Blue memiliki sebuah ide untuk menghindari kejaran buaya-buaya tersebut.

“Kali ini kalian tidak akan lolos lagi dasar ikan sialan!” “Kubunuh kau ikan sialan karena membunuh pemimpin kami!” teriak buaya-buaya tersebut, “Hmmph kalian tidak bisa membunuh dan memakan kalau tidak bisa menangkap kita!” jawab Blue “Aaarrgh lumba-lumba brengsek!”.
Blue dan Pink berenang dengan kecepatan penuh, diikuti oleh 5 ekor buaya di belakang mereka, “Pink sebelum kita menabrak bendungan itu, kita berhenti di sela-sela akar pohon dan jangan mengurangi kecepatan berenang kita!” “Blue apa yang mau kamu lakuin?” “Sudah lihat saja, tunggu aba-abaku, mengerti?!”.
“Hahahaha apa kalian sudah menyerah dan ingin bunuh diri dengan melompat ke sisi lain dari bendungan berang-berang?, baguslah itu akan memudahkan kita untuk memakan kalian!” teriak salah satu buaya yang mengejar mereka, “Pink sekarang!” tiba-tiba Blue dan Pink berhenti di sela-sela akar pohon.
“Apa..!!!” buaya-buaya tersebut tidak sempat berhenti dan “BRAAAKK” mereka menabrak bendungan berang-berang hingga jebol, arus menjadi deras akibat hancurnya bendungan yang dibuat berang-berang, buaya-buaya tersebut terbawa arus hingga akhirnya menghilang terbawa arus.
“Blue kita selamat…” ucap Pink yang mulai kelelahan “Pink…” “Iya Blue?” “Aku sudah ingat penyebab aku terdampar disini” Blue mulai bercerita tentang penyebab dia terdampar di sungai tersebut, Pink terkejut apa yang diceritakan oleh Blue.
“Jadi karena itu aku terjebak disini dan pasukan Mermaid yang membuat luka di siripku ini, aku harus kembali untuk mengalahkan Cracken dan menyelamatkan kotaku Coral City” Pink terdiam sejenak “Oleh karena itu Pink di laut sangat berbahaya kau mungkin bisa terbunuh kalau ikut bersamaku” Pink tetap diam.
“Baiklah Pink aku akan melanjutkan ini sendiri, Pink kau berhati-hatilah dan jaga dirimu, terima kasih untuk semuanya dan maaf membuatmu kerepotan selama ini, selamat tinggal” Blue mulai berenang menjauh dari Pink “Apa Cuma itu alasanmu Blue?!” Pink tiba-tiba berteriak “Pink?” “Apa Cuma karena berbahaya kau seenaknya meninggalkanku disini sendiri?, apa kau tidak berpikir apa yang sudah kita lewatin bersama-sama?”.
“Pink kau…” “Aku tidak peduli apa itu berbahaya atau tidak, apa itu mengancam nyawaku atau tidak, selama aku bersamamu aku tetap ikut Blue!” Blue terdiam mendengar perkataan Pink “Blue izinkan aku tetap bersamamu sampai kapanpun!” “Pink aku…” “Sudah Blue kau tidak perlu menjawabnya” Blue kembali ke sisi Pink, disisi lain Blue sangat senang tapi disisi lain dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Pink.
Mereka beristirahat sebelum melanjutkan perjalan kembali. Keesokan paginya mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, 3 hari mereka melakukan perjalan dan akhirnya tiba di hilir sungai “Blue kita sudah sampai di hilir sungai, laut sudah dekat” “Baiklah setelah ini akan sangat berbahaya Pink, belum terlambat untuk merubah keputusan…” “Bodoh aku tidak akan merubah keputusanku” “Baiklah Pink keputusan ada di tanganmu” Blue dan Pink berenang melewati hilir sungai.
Tidak berapa lama sebuah pemandangan biru membentang luas di depan mereka, itu adalah lautan, Blue berhasil kembali ke lautan dan ditemani oleh Pink “Pink selamat datang di lautan” Pink tidak bisa berkata apa-apa karena ini pertama kalinya dia berenang ke lautan, “Baiklah Pink kita sekarang menuju Coral City, mulai dari sini aku yang menunjukan jalannya” “Baiklah Blue, aku penasaran dengan Coral City” “Itu kota yang indah Pink tapi sebelum diserang oleh pasukan Mermaid”.
Mereka berenang ke dalam lautan, Pink sangat kagum dengan lautan dia melihat banyak terumbu karang dan ikan-ikan kecil, sesekali Pink melompat di permukaan air, “Hahahaha Pink bagaimana menurutmu lautan?” “Sangat indah Blue” “Walaupun indah lautan juga sangat berbahaya” “Iya aku sudah mendengarnya Blue, kita harus melindungi keindahan ini” “Kau benar Pink kita harus melindunginya”.



Tidak terasa hari sudah mulai gelap dan mereka memutuskan untuk beristirahat di dalam sebuah goa yang cukup luas sebelum keesokan harinya melanjutkan perjalanan menuju Coral City, “Pink besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan dan siang hari kita akan tiba di Coral City, jadi kita istirahat dulu disini” “Baiklah Blue aku juga kelelahan karena berenang seharian, selamat malam Blue” “Selamat malam Pink”.
Pink yang tertidur lebih awal, tapi Blue terus terjaga karena keesokan harinya dia akan tiba di Coral City, dia tidak tau apa yang sudah terjadi di Coral City selama dia terdampar di sungai, “Cracken kau akan kubunuh…”.
Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan, Blue terus terdiam selama perjalanan menuju Coral City, Pink mulai khawatir dengan sikap Blue yang tiba-tiba menjadi diam “Blue kau tidak apa-apa?” “Aku tidak apa-apa Pink” jawab Blue dengan nada datar, Pink sangat khawatir melihat kondisi Blue, dia melihat mata Blue dan merasakan kemarahan dari Blue.
Akhirnya mereka sampai di gerbang Coral City, gerbang besar yang terbuat dari terumbu karang berwarna warni hancur berkeping-keping, Blue berenang melewati gerbang Coral City dan diikuti oleh Pink. “Apa yang sudah terjadi disini?” Blue terkejut dengan Coral City yang sudah hancur “Blue…” “CRAAACCKEEEEEENNNN aku akan membunuhmu..!!!!”.
Coral City sudah hancur akibat serangan dari pasukan Mermaid pimpinan Cracken, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari Coral City yang ada hanyalah bangkai dari ikan-ikan penduduk Coral City yang terbunuh oleh pasukan Mermaid. Blue dan Pink mencari tanda kehidupan di reruntuhan Coral City…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar